Rabu, 16 September 2026reativitas Dimulai dari Satu Gambar

reativitas Dimulai dari Satu Gambar

BREAKINGHartalika Teej 2026: Makna, Tradisi, dan Cara Perayaan
Fashion · September 15, 2026 · brandon atmaja

Rhinestone Bertumpuk Hiasi Tote Kanvas The Wizard of Oz dari TSTS

tote kanvas - ilustrasi berita Rhinestone Bertumpuk Hiasi Tote Kanvas The Wizard of Oz dari TSTS
0 0
Read Time:2 Minute, 19 Second

TSTS memperkenalkan sebuah tote kanvas yang mengusung estetika The Wizard of Oz, dipermanis teknik dekorasi berlapis yang menghasilkan kilau menyerupai sepatu ajaib dalam film tersebut. Item ini dirancang sebagai rilisan edisi terbatas dan menjadi salah satu titik fokus koleksi FW26 label itu.

tote kanvas - ilustrasi berita Rhinestone Bertumpuk Hiasi Tote Kanvas The Wizard of Oz dari TSTS

Meski bentuknya tampak sederhana, pengerjaan tas ini cukup kompleks: kanvas pertama-tama diberi cetak motif khusus, lalu permukaannya diberi lapisan rhinestone yang disusun bertumpuk sehingga menghasilkan tekstur timbul dan pantulan cahaya yang intens. Hasilnya bukan sekadar gambar bercahaya, melainkan permukaan yang terasa berlapis dan berdimensi.

Tote Kanvas dalam Sorotan

Penerapan rhinestone di atas cetak membuat motif pada tote ini tampil berbeda dibandingkan cetak biasa. Alih-alih mengandalkan tinta untuk meniru kilau, TSTS memilih menempelkan manik-manik sebagai lapisan kedua sehingga refleksi merah yang mengingatkan pada sepatu ruby menjadi nyata saat terkena cahaya. Teknik ini memunculkan efek timbul yang mempertegas grafis pada kanvas.

Gingham sebagai bahasa desain koleksi

Motif gingham menjadi landasan estetika koleksi yang diberi tajuk “The Saxe Blue Gingham”. Motif kotak-kotak ini sudah menjadi ciri khas label, dan dalam kolaborasi bertema The Wizard of Oz, TSTS menghadirkan perpaduan antara ikonografi film dan pola khas rumah mode tersebut. Nama koleksi itu sendiri menjelaskan arah warna yang diambil—saxe blue—yang merujuk pada palet warna, bukan elemen grafis tertentu.

Item paling rumit dalam rangkaian

Menurut penjelasan dari pihak brand, tote ini merupakan salah satu item dengan pengerjaan paling rumit dalam koleksi. Memilih kanvas sebagai bahan dasar memberi ruang bagi detailing bertingkat: cetak motif dilakukan lebih dulu sebagai lapisan dasar, kemudian rhinestone dipasang di atasnya sehingga kilau manik-manik benar-benar muncul dari permukaan kain, bukan sekadar efek visual dari tinta.

Ketersediaan dan presentasi koleksi

Tas ini diproduksi dalam jumlah terbatas dan bukan merupakan rilisan umum, sehingga menjadi item khusus dalam kolaborasi The Wizard of Oz. Selain tote, koleksi FW26 juga menghadirkan beragam produk lain yang mengusung motif gingham dan interpretasi ikonografi film dalam bahasa desain khas label.

Untuk menghadirkan koleksi ini kepada publik, TSTS membuka pop-up store di 1F POP UP SPACE “GATE”, Shibuya PARCO, yang berlangsung dari 15 hingga 23 September. Selain itu, rangkaian produk termasuk tote kanvas The Wizard of Oz juga ditawarkan melalui toko daring resmi TSTS.

Kolaborasi ini menjadi contoh bagaimana sebuah referensi budaya pop —dalam hal ini The Wizard of Oz—diterjemahkan menjadi detail teknis dan estetika mode oleh sebuah label, dengan penekanan pada pengerjaan manual yang memperkaya tampilan akhir produk. Pendekatan bertumpuk antara cetak dan rhinestone menegaskan strategi desain yang mengutamakan tekstur dan permainan cahaya pada bahan dasar kanvas.

About Post Author

brandon atmaja

Stylist profesional dan pengamat mode yang pernah bekerja di berbagai peragaan busana ternama di Jakarta dan Bali. Brandon memiliki naluri tajam dalam memadukan warna, tekstur, dan siluet. Ia percaya bahwa fashion adalah ekspresi diri yang paling jujur.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %