Rishi Madlani maju sebagai calon Britania-India untuk kursi Holborn dan St Pancras

Rishi Madlani mencalonkan diri untuk kursi parlemen Holborn dan St Pancras, menempatkan dirinya sebagai satu-satunya kandidat keturunan India dalam perebutan kursi yang ditinggalkan oleh mantan perdana menteri Keir Starmer. Madlani menegaskan ikatannya dengan wilayah itu setelah 25 tahun tinggal di sana sejak masa kuliah.

Rishi Madlani: Ikatan lokal dan pengalaman 25 tahun
Madlani menekankan bahwa Holborn dan St Pancras bukan sekadar wilayah yang dia tinggali, melainkan tempat yang membentuk orientasi politik dan aktivismenya. Dia menyatakan memahami tekanan yang dihadapi keluarga, penyewa, pekerja, dan kaum muda di kawasan itu, serta mengklaim pengalaman itu memberinya perspektif praktis untuk melayani konstituen.
Dukungan komunitas dan jejak sejarah
Calon berusia 44 tahun ini mendapat dukungan dari kelompok diaspora yang berafiliasi dengan Partai Buruh, termasuk organisasi yang menyorot hubungan kuat kawasan itu dengan komunitas India. Mereka mengaitkan pencalonan Madlani dengan jejak historis tokoh-tokoh India yang pernah berkiprah di St Pancras, salah satunya V.K. Krishna Menon yang sempat menjadi anggota dewan lokal sebelum diangkat sebagai High Commissioner India pertama untuk Inggris pada 1947.
Para pendukung melihat pencalonan Madlani sebagai kelanjutan partisipasi aktif warga Britania-India dalam gerak politik di negara ini, sekaligus tonggak baru dalam tradisi kontribusi komunitas tersebut terhadap kehidupan publik Inggris.
Program kampanye: perumahan, iklim, dan ekonomi
Madlani merinci fokus kebijakannya yang mencakup penyediaan perumahan yang lebih terjangkau dan layanan sosial, tindakan lebih tegas terhadap perubahan iklim, serta kebijakan ekonomi yang berpihak kepada pekerja. Dia mengatakan ingin menggabungkan pengalaman pemerintahan lokal, aktivisme komunitas, dan latar belakang profesionalnya untuk membangun argumen kebijakan yang pragmatis dan berkelanjutan.
Menurutnya, peta masalah lokal membutuhkan kombinasi solusi jangka pendek untuk meringankan beban keluarga dan pekerja, serta pendekatan jangka panjang untuk memastikan investasi bertanggung jawab dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Kontestasi politik dan konteks pemilihan
By-election ini memunculkan berbagai dinamika politik: selain kandidat dari Partai Buruh, pemilihan dipandang sebagai ujian politik penting bagi pemerintahan baru yang dipimpin Andy Burnham setelah mengambil alih kursi pimpinan dari Starmer pada bulan Juli. Pemilihan sela ini juga menarik perhatian tokoh-tokoh dari partai lain, termasuk pimpinan Partai Hijau, yang melihat peluang untuk merebut kursi di Commons.
Kontestasi telah memanas dengan tudingan rasisme terhadap partai Reform UK terkait komentar mereka terhadap salah satu pesaing, mantan pengungsi Somalia Sagal Abdi-Wali. Panitia internal diharapkan segera merilis daftar pendek calon, diikuti pengumuman daftar final yang diperkirakan berlangsung pekan ini, sementara pemilihan diperkirakan akan digelar pada bulan Oktober.
Ambisi pribadi dan pesan kepada pemilih
Walau kental dengan identitas keturunan, Madlani menekankan bahwa pencalonannya bukan semata soal warisan, melainkan kemampuan konkret yang bisa dia tawarkan kepada konstituen. Dia menyatakan bangga atas kontribusi warga Britania-India terhadap kehidupan publik Inggris, namun menegaskan bahwa motivasinya adalah berjuang untuk isu-isu keseharian: akses perumahan, peluang ekonomi, dan tindakan iklim yang nyata.
Madlani menutup pernyataannya dengan menyatakan keinginan untuk memakai pengalaman dua setengah dekade di wilayah tersebut untuk bekerja di parlemen demi kepentingan warga Holborn dan St Pancras.
Daftar calon akhir diperkirakan akan diumumkan dalam beberapa hari ke depan, dan semua mata kini tertuju pada pemilihan sela yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober mendatang.
